Selasa, 03 Desember 2013

SEJARAH POHON NATAL


Sejarah Pohon Natal - Kebiasaan memasang pohon Natal sebagai dekorasi dimulai dari Jerman. Pemasangan pohon Natal yang umumnya dari pohon cemara, atau mengadaptasi bentuk pohon cemara, itu dimulai pada abad ke-16.

Saat penduduk Jerman menyebar ke berbagai wilayah termasuk Amerika, mereka pun kerap memasang cemara yang tergolong pohon evergreen untuk dekorasi Natal di dalam rumah. Dari catatan yang ada, orang Jerman di Pennsylvania Amerika Serikat memajang pohon Natal untuk pertama kalinya pada tahun 1830-an.

Pohon Natal bukanlah suatu keharusan di gereja maupun dirumah sebab ini hanya merupakan simbol agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang lain “evergreen”. Pohon Natal (cemara) ini juga melambangkan “hidup kekal”, sebab pada umumnya di musim salju hampir semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara selalu hijau daunnya. 



Pemasangan pohon cemara, baik asli maupun yang terbuat dari plastik, di tengah kota atau di tempat-tempat umum pun menjadi pemandangan biasa menjelang Natal. Salah satu yang terbesar adalah pohon yang ada di RockefellerCenter di 5th Avenue New York Amerika Serikat.

Legenda
Ada beberapa legenda/cerita yang beredar di kalangan orang Kristen sendiri mengenai asal mula pohon natal.

Pengalaman “supranatural” Santo Bonifacius

Menurut sebuah legenda, ada seorang rohaniawan Inggris bernama Santo Bonifacius yang memimpin beberapa gereja di Jerman dan Perancis. Suatu hari dalam perjalanannya dia bertemu dengan sekelompok orang yang akan mempersembahkan seorang anak kepada dewa Thor di sebuah pohon oak. Untuk menghentikan perbuatan jahat mereka, secara ajaib St. Boniface merobohkan pohon oak tersebut dengan pukulan tangannya. Setelah kejadian yang menakjubkan tersebut di tempat pohon oak yang roboh tumbuhlah sebuah pohon cemara.

Martin Luther dan pohon cemaranya
Cerita lain mengisahkan kejadian saat Martin Luther, tokoh Reformasi Gereja, sedang berjalan-jalan di hutan pada suatu malam. Terkesan dengan keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara di hutan, Martin Luther menebang sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang pada keluarganya di rumah. Untuk menciptakan gemerlap bintang seperti yang dilihatnya di hutan, Martin Luther memasang lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara tersebut.

Jumat, 29 November 2013

SEJARAH NATAL


Sejarah Natal
Catatan: Tulisan ini pernah dimuat di harian Sinar Indonesia Baru, 24 Desember 2005..

            Setiap memasuki  Desember, suasana natal mulai terasa di mana-mana. Gereja-gereja dihias, senandung natal terdengar, pohon cemara  dipajangkan, kartu ucapan natal dijual. Tua muda bergegas menyiapkan pakaian baru. Ya, umat kristiani tampak sibuk, senantiasa berjaga-jaga agar momen indah itu tak terlewatkan begitu saja. Hari natal, terutama puncaknya kita rayakan setiap 25 Desember memang selalu disambut meriah. Akan tetapi, tahukah kita, sejak kapan sebenarnya tradisi natal dimulai?   
Banyak pendapat, natal diperingati untuk mengenang kelahiran Yesus Kristus. Benarkah?  Menurut www.holidays.net/christmast/story.htm, sejarah natal (the history of christmast) tercatat sejak lebih dari empat ribu tahun silam. Ini berarti, tradisi natal sudah ada sejak lebih dua ribu tahun sebelum Yesus Kristus dilahirkan di Betlehem Efrata.
Menurut situ itu, sejarah natal bisa ditelusuri sejak masa kejayaan Mesopotamia (sekarang Irak). Saat itu, orang-orang Mesopotamia memiliki tradisi untuk merayakan Tahun Baru. Mereka percaya kepada banyak dewa, terutama pemimpinnya Dewa Marduk. Setiap  musim dingin tiba, mereka percaya sang dewa akan bertempur melawan monster-monster yang suka mengganggu. Agar Marduk memenangkan pertarungan, rakyat Mesopotamia membantunya dengan cara menyelenggarakan sebuah festival Tahun Baru yang disebut Zagmuk selama dua belas hari.

Sabtu, 07 September 2013

Susunan Pengurus PPGT Klasis Sangalla’ Periode 2013-2015

Susunan Pengurus PPGT Klasis Sangalla’ Periode 2013-2015 

Ketua                        :  Yance Liling
Wakil Ketua             :  Rita Mallang
Sekretaris                 :  Frederik Rongre
Wakil Sekretaris      :  Elis Bara Padang
Bendahara                :  Herlina Mada Allo

Bidang - bidang :

             1.  Bidang Kerohanian dan Pembinaan
                  Koordinator           :  Christian Banna
                  Anggota                 :  Delvi Ratu
                                                   Stepanus Sampelimbong
                                                   Petri Paringanan

ADART

BAB I
ADART

ANGGARAN DASAR

Pasal 1
NAMA
Nama organisasi ini adalah Persekutuan Pemuda Gereja Toraja disingkat PPGT.

Pasal 2
WAKTU DAN KEDUDUKAN
1.  PPGT didirikan pada tanggal 11 Desember 1962 untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya.
2.  PPGT berkedudukan di tempat-tempat di mana Gereja Toraja ada.
3. Pengurus Pusat  PPGT berkedudukan di tempat dimana Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Toraja berada.

Pasal 3
PENGAKUAN
PPGT mengaku bahwa Yesus Kristus itulah Tuhan dan Juruselamat dunia, Kepala Gereja, sumber kebenaran dan hidup sesuai kesaksian Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, sebagaimana tercantum dalam Pengakuan Gereja Toraja.

Kamis, 05 September 2013

Logo PPGT dan Penjelasannya

Bagi yang ingin mendownload Logo PPGT dan penjelasannya, Klik Link di bawah ini...
Logo PPGT dan Penjelasannya

12 Pokok Panggilan PPGT

Berdasarkan Visi Gereja Toraja dan Visi PPGT serta dengan mempertimbangkan berbagai konteks pelayanan PPGT, maka dirumuskanlah Pokok-pokok Panggilan PPGT untuk 5 tahun yang akan datang. Dengan mengacu pada pokok-pokok tugas panggilan tersebut, Pengurus Pusat, Pengurus Klasis dan Pengurus Jemaat akan menterjemahkan kedalam Program Kerja yang visioner, baik untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Pokok-pokok tugas panggilan tersebut menyangkut pengembangan pemahaman, penghayatan dan pemaknaan terhadap sejumlah isu-isu pokok yang sedang dan akan terus berlangsung dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat dan berbangsa.

1. Pembaruan diri
PPGT terpanggil untuk terus menerus membarui dirinya sebagai dasar untuk mewujudkan pembaruan organisasi, pembaruan gereja dan pembaruan dunia. Dijiwai oleh tema : “Berubahlah oleh Pembaruan Budimu” PPGT bertekad untuk memulai perubahan itu dari diri sendiri, tidak sekedar kata-kata yang indah tetapi dinikmati, dirasakan, dialami dan dilakukan. Perubahan yang sudah dinikmati dan dirasakan serta dialami dan dilakukan itu akan berdampak pada pembaruan organisasi, pembaruan gereja, pembaruan Toraja, Pembaruan Indonesia bahkan pembaruan global.

2. PPGT untuk semua
PPGT menyongsong paradigma baru, yakni “PPGT FOR ALL”. Dengan paradigma baru ini, PPGT berkomitmen untuk lebih banyak memberi ketimbang dari meminta, lebih banyak melayani daripada menuntut, lebih banyak berbuat daripada berbicara, lebih banyak bekerja daripada mengeluh, dll. Untuk mewujudkan hal itu, maka PPGT akan mengambil peran-peran inisiator dan fasilitator untuk program-program kepemudaan baik pada lingkup gereja maupun masyarakat. Dengan peran-peran itu, PPGT akan lebih dikenal dan diterima oleh masyarakat secara umum.

MENGENAL PPGT

MENGENAL PPGT

Dalam perspektif ekklesiologi, PPGT sejatinya lahir sejak baptisan I tahun 1913 di Toraja, namun dalam perspektif organisasi dan kelembagaan, PPGT dinyatakan berdiri pada tanggal 11 Desember 1962, yaitu ketika seksi Pemuda dalam KUGT (Komisi Usaha Gereja Toraja) ditunjuk sebagai Wakil Pemuda dalam kegiatan eksternal PPGT.

Dalam Perspektif historis, cikal bakal PPGT dimulai dari terbentuknya organisasi lokal pemuda pada masa pergolakan tahun 1950an. Tahun 1953 berdiri Persatuan Pemuda Toraja di Makassar dan tahun 1954 berdiri Gerakan Pemuda Gereja Toraja yang waktu itu merupakan gerakan lokal pemuda gereja dengan pusat kegiatan di Gereja Maros, Makassar.
Dalam perspektif struktural, perjalanan PPGT dapat dilihat dalam struktur KUGT. Dimulai dari Sidang Sinode V tanggal 25 Februari – 5 Maret 1955 di Rantepao, dimana Pemuda menjadi salah satu seksi dalam KUGT dengan nama Seksi Pemuda/Kebudayaan, bersama-sama dengan 8 seksi lainnya yaitu Seksi Kegerejaan, Keuangan, Usaha Pembangunan, Kesehatan, Lektur, Theologia, Perhubungan, dan Verifikasi/Visitator. Nama seksi Pemuda/Kebudayaan bertahan sampai Sinode V yang dilaksanakan 26-30 April 1959 di Makale. Dalam Sinode ini Seksi Pemuda berdiri sendiri tidak lagi digabungkan dengan Kebudayaan. Nama Seksi Pemuda ini bertahan sampai Sinode X tahun 1965 di Makassar. Dalam Sinode X ini Seksi Pemuda berubah menjadi Seksi Pembinaan Kader dan pada tahun yang sama, tepatnya 21-29 Desember 1965 perwakilan pemuda dari berbagai tempat berkumpul di Rantepao mengadakan Kongres I dan memutuskan penggunaan nama Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT).

Dalam Sidang Sinode XV tanggal 6-14 Mei 1978 Struktur KUGT mengakomodasi keberadaan kaum awam dan OIG sebagai anggota KUGT. Struktur lengkap KUGT waktu itu adalah Ketua, Sekretaris, Bendahara, Wakil Ketua: dijabat oleh Ketua Wil. I-IV dan Komisi-komisi, yang terdiri dari Komisi Pengakuan GT, Tata GT, RAPB, dan Verifikasi.

Anggota-anggota: Wakil kaum awam dan Organisasi Intra Gerejawi.

SELAMAT DATANG

Selamat datang dan selamat bergabung di blog PPGTklasis sangalla. Semoga blog ini bisa bermanfaat bagi kita semua....

FORM PPGT KS